KESENANGAN

Ini ku ambil dari Blog Tetangga
 

KODE RING

Kesenangan Rohani dengan Pelestarian Burung Berkicau

Alasan Memelihara Burung Berkicau

Mengapa orang menjadikan burung sebagai binatang peliharaan ?

Kita ingin menikmati keindahan rupa dan kicauannya. Entah bagaimana, kita memiliki sense of belonging terhadap keindahan. Ada barang indah, anda ingin memilikinya bukan?

Ketika Adam, manusia pertama tinggal di taman Eden yang permai itu, ia berteman dengan segala jenis binatang. Ia menamai mereka. Tetapi sekarang, hal itu berbeda dengan kita. Sementara sense of belonging tersebut kita warisi dari Adam, kita mendapati bahwa lingkungan kita jauh berbeda dengan Adam. Kita sulit menemukan tempat dimana kita dapat mengamati burung atau binatang lainnya di alam bebas secara dekat. Itu sebabnya, kita menangkap mereka dan menempatkan mereka dalam kurungan.

Sayangnya, cara ini  keliru. Kita mengorbankan kehidupan mereka demi kepuasan penglihatan dan pendengaran kita. Tentu, ini bukan cara berteman yang baik bukan?

Berteman dengan hewan peliharaan lainnya mungkin baik, seperti anjing dan kucing. Sejak ribuan tahun manusia telah berteman dengan mereka. Anjing dan kucing misalnya, bisa keluar dan masuk rumah setiap waktu, atau memilih hidup dijalanan bila mereka mau. Berbeda dengan beberapa jenis binatang yang dijadikan hewan peliharaan, seperti burung, kura-kura, ular, dsb. Mereka tidak cocok jadi teman peliharaan. Mereka lebih baik kita amati hidup di alam bebas.

Alasan Untuk Memelihara Burung 
 

Sudah sejak lama burung menjadi salah satu binatang peliharaan yang populer di masyarakat, terutama bagi kaum laik-laki. Bahkan dalam budaya Jawa, ada sebuah peribahasa yang mengatakan, belum akan menjadi laki-laki sejati bila tidak punya peliharaan burung.
Lalu apa alasan orang suka memelihara burung? Selain menikmati keindahan bulu dari suatu burung, mereka juga ingin merasakan kemerduan suara dari kicauannya. Bahkan di beberapa tempat, kemerduan suara seekor burung ini sering diadu dengan burung lain dalam suatu lomba burung berkicau. Tapi, tak semua orang yang memelihara burung karena suka akan kicauannya saja. Namun karena keindahan warna bulunya yang mampu menawan hati.
Tapi, disadari atau tidak, akhir-akhir ini banyak kaum lelaki yang mulai tertarik memelihara burung. Padahal, awalnya mereka sama sekali tak mencintai burung, bahkan tak terpikir untuk memeliharanya. Kesan latah atau ikut-ikutan teman menjadikan mereka tanpa sadar tertarik untuk memelihara burung biar dianggap ikut gaya sebagai lifestyle hingga akhirnya menjadi tren sebagian kaum lelaki saat ini.
Hal ini diakui, pemilik toko atau kios burung yang sering saya kunjungi. Kata mereka, saat ini sebagian kaum pria mulai berminat memelihara burung, terutama untuk jenis burung tertentu. Seperti, burung Love Bird, Murai Batu dan lainnya.
Semakin hari permintaan untuk burung peliharaan mulai dari burung kenari, ciblek, cucak ijo, cucak jenggot, murai batu dan lain-lain mulai meningkat, apalagi untuk jenis2 burung perlombaan. Rata-rata mereka membeli burung untuk dipelihara bukan karena hobi, tapi karena coba-coba ikut-ikutan temannya. Jadi, saat mereka berkumpul bersama teman, mereka membawa burung peliharaan masing-masing,” ujar para pemilik kios.Apalagi, lanjut pemilik kios, peminat burung untuk dipelihara mulai didominasi pria remaja, bukan orangtua lagi. “Ini seperti ajang pertemanan seperti facebook. Mereka berkumpul dalam satu komunitas pecinta burung yang dibuat di kalangan pertemanan mereka sendiri,” ujar salah satu pemilik kios yang beberapakali terlibat dalam ajang pertemanan para konsumennya.
Menurut salah satu pemilik kios, untuk memelihara burung juga tidak terlalu sulit, cukup membersihkan kandang, tempat makan dan minumnya minimal 1 hari sekali. Jenis makanannya juga tidak sulit, cukup diberikan pisang, milet, padi, atau jagung muda,jangkrik, kroto, pur dan lainlain. Semua jenis makanan itu sangat mudah di dapatkan di kios mereka juga menyediakan. “Yang penting jangan sampai burung tersebut kekurangan stok makanan dan minuman”.

Semakin Merdu Semakin Mahal
 

Suara burung cenderung merdu dan melengking. Semakin merdu dan berirama suara burung, semakin mahal pula harga suatu burung. Biasanya burung mulai bersuara ketika usianya sudah 1 tahun. Maka harganya semakin mahal. Kemerduan dan irama suara burung sering diperlombakan dengan hadiah yang mencapai puluhan juta. Lomba sering dibuat, tetapi bukan hadiah intinya, melainkan kesenangan dan kebanggaan bagi pemiliknya. Jadi tak heran bila harga burung yang telah memiliki suara merdu (burung jadi) lebih mahal dibandingkan dengan burung yang belum memiliki suara jadi. Sedangkan yang paling sering di perlombakan, adalah burung berkicau.
Untuk merawat burung berkicau memang gampang-gampang sulit. Bagi yang tidak telaten, jangankan bisa mendengarkan kicauan burung, malah-malah burungnya bisa stres atau mati. Bahkan, mempunyai burung berkicau yang bisa menjadi pemenang dalam suatu perlombaan pasti akan menimbulkan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Karena burung yang dimiliki dan dipelihara bisa menunjukan kepintaran dalam olah suara kicauan yang dikeluarkan.
 Dampak ekonomi hobi memelihara burungDalam survei ini juga diketahui, bahwa setiap rumah tangga yang memelihara burung rata-rata mengeluarkan biaya Rp 1,5 juta / tahun. Tidak dijelaskan apakah itu hanya biaya perawatan, atau sudah termasuk biaya pembelian burung. Burung Indonesia memperkirakan biaya yang dikeluarkan kicaumania di enam kota yang disurvei mencapai Rp 754 miliar / tahun.
Uang sebesar itu berputar ke sana-kemari, bahkan mampu menghidupi ribuan kepala rumah tangga melalui bisnis pakan burung, berdagang burung, penangkaran burung, perajin sangkar dan aksesoris kandang, perawat burung, pencari dan pembudidaya kroto (telur semut angkrang), pencari / pembudidaya jangkrik, ulat hongkong, ulat kandang, ulat bambu, hingga cacing tanah.

Jadi, jangan meremehkan hobi burung berkicau, karena menjadi sandaran banyak orang, baik sandaran ekonomi maupun sandaran psikologi seperti kepuasan dan ketenangan batin.
Semoga bermanfaat.

Salam KICAU MANIA………

1. Kolibri Burung Kesayanganku Klik di sini

HTML Comment Box is loading comments...